Analisis One-Way ANOVA dengan SPSS

ANOVA digunakan dalam penelitian komparasi dengan membandingkan nilai dari dua kelompok atau lebih yang independen. Kelompok yang independen maksudnya masing-masing kelompok berasal dari subjek yang berbeda. Misalkan kita ingin membandingkan kepercayaan antara orang Jawa, Sunda, dan Batak, maka teknik ini dapat digunakan. Teknik ini masuk dalam keluarga teknik analisis statistik parametrik, sehingga untuk dapat dilakukan analisis harus dipenuhi beberapa asumsi. Salah satu asumsi yang berlaku bagi semua analisis statistik parametrik adalah asumsi normalitas. selain Untuk menguji asumsi normalitas caranya dapat dilihat di sini. Selain itu data harus berada pada level interval atau rasio. Asumsi lainnya khusus untuk teknik ini adalah homogenitas varians antar kelompok yang nanti akan dibahas dalam tulisan ini.

Berdasarkan jumlah faktornya (variabel independen), anova dapat dibedakan menjadi One-way Anova (satu variabel independen), Two-way Anova (dua variabel independen), dan Multi-way Anova (lebih dari dua variabel independen). Berdasarkan jumlah variabel dependennya, Anova dapat dibedakan menjadi anova univariat dan Anova multivariat. Tulisan ini akan menjelaskan cara analisis one-way Anova univariat.

Selain untuk penelitian survey, teknik ini juga sering dilakukan untuk analisis penelitian eksperimen dengan desain anava atau lebih dari dua kelompok. Berikut ini adalah contoh penelitian yang analisisnya menggunakan analisis Anova.

Kasus
Penelitian ingin mengetahui apakah pemberian musik selama belajar dapat meningkatkan konsentrasi belajar. Ada tiga jenis musik yang ingin diteliti, yakni musik pop, rock, dan klasik. Tiga kelompok digunakan dalam penelitian ini, masing-masing kelompok diberi satu jenis musik. Kemudian konsentrasi belajar ketiga kelompok diukur dan dibandingkan. Jika ada perbedaan konsentrasi belajar antar kelompok maka dapat disimpulkan jenis musik berpengaruh terhadap konsentrasi belajar. Jenis musik tersebut kemudian dibandingkan.

Identifikasi variabel
Variabel independen   : pemberian musik
Variabel dependen      : konsentrasi belajar

Hipotesis        : ada perbedaan konsentrasi belajar ditinjau dari jenis musik yang diberikan

Teknik analisis: anova

Cara analisis di SPSS
Untuk melakukan analisis di SPSS, berikut langkah yang harus dilakukan.
1.    Masukan data skor konsentrasi pada kolom pertama
2.    Masukan kode identitas jenis musik pada kolom kedua. Kode identitas harus berupa angka, misal dalam analisis ini saya beri kode 1 untuk musik pop, 2 untuk musik rock, dan 3 untuk musik klasik.
3.    Masuk ke tab variable view, lalu beri nama variabel pertama dengan nama konsentrasi dan variabel kedua dengan nama musik
4.    Pada variabel kedua, klik bagian values, lalu beri identitas. Isikan value dengan angka 1 dan label dengan “pop”, klik add. Masukkan lagi value dengan angka 2 dan label dengan “rock”, klik add. Lalu masukkan lagi value dengan angka 3 dan label dengan “klasik”, klik add. Maka kode kita sudah diterjemahkan.
5.    Mulai analisis dengan klik analyze – compare means – one-way anova
6.    Masukkan variabel konsentrasi ke test variables dan musik ke grouping variables
7.    Klik post hoc, centang LSD
8.    Klik descriptive lalu centang descriptive, homogenity of variance test, dan means plot
9.    Klik continue lalu OK

Output analisis
Output analisis terbagi atas empat tabel dan satu gambar. Tabel pertama berisi statistik deskriptif, tabel kedua uji homogenitas varians, tabel ketiga uji hipotesis dengan anova, dan tabel keempat adalah uji pasangan. Sedangkan gambar menunjukkan plot mean konsentrasi antar kelompok.
Statistik deskriptif
Dari tabel pertama kita dapat melihat bahwa jumlah subjek pada kelompok musik pop ada 15, musik rock ada 16, dan musik klasik ada 16. Mean konsentrasi kelompok musik pop adalah 27,73; musik rock 27,62; dan musik klasik 30,68  Dari sini kita dapat lihat bahwa kelompok musik klasik memiliki mean konsentrasi yang paling tinggi. Namun kita tidak bisa menyimpulkan langsung dari statistik deskriptif, karena bisa jadi perbedaan mean ini hanya karena sampling eror saja, oleh karena itu kita harus lihat pada uji signifikansi analisis t-test.

Uji homogenitas varians
Tabel kedua (Levene’s test) menunjukkan homogenitas varians antar kelompok. Patokan membaca uji homogentias adalah:
·         jika sig: p > 0,05 maka homogenitas terpenuhi.
·         jika sig: p < 0,05 maka homogenitas tidak terpenuhi.
Dalam contoh kasus ini, nilai Levene statistic 4,64 dengan nilai sig p=0,015 (p<0,05). Dengan demikian asumsi homogenitas tidak terpenuhi. Lalu bagiamana jika asumsi homogenitas tidak terpenuhi? Beberapa ahli menyarankan boleh tetap melakukan Anova asalkan jumlah subjek antar kelompok setara. Hal ini karena Anova cukup robust terhadap pelanggaran asumsi homogenitas.


Uji hipotesis dengan Anova
Tabel ketiga merupakan tabel utama Anova. Dari hasil analisis didapatkan nilai F = 3,61 dengan p<0,05. Patokan untuk menilai uji F adalah sebagai berikut.
·         jika sig: p > 0,05 maka tidak ada perbedaan.
·         jika sig: p < 0,05 maka ada perbedaan pada taraf sig 5%
·         jika sig: p < 0,01 maka ada perbedaan pada taraf sig 1%
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan konsentrasi antara kelompok jenis musik pop, rock, dan klasik (F = 3,61; p<0,05).

Uji pasangan
Tabel keempat menyajikan uji pasangan antar kelompok. Uji pasangan ini untuk melihat perbedaan konsentasi pada tiap-tiap kelompok. Karena secara umum terdapat perbedaan konsentrasi antara kelompok jenis musik pop, rock, dan klasik, maka perlu dilihat secara detail kelompok mana saja yang berbeda secara signifikan. Dari tabel keempat terlihat musik dapat dilihat perbedaan masing-masing pasangan, yakni sebagai berikut
-   Kelompok musik pop dan musik rock memiliki mean difference 0,10 dengan p=0,93 (p>0,05). Dengan demikian tidak ada perbedaan konsentrasi antara kelompok musik pop dan rock.
-    Kelompok musik pop dan musik klasik memiliki mean difference -2,95 dengan p=0,29 (p<0,05). Dengan demikian ada perbedaan konsentrasi yang signifikan antara kelompok musik pop dan klasik. Kelompok musik klasik memiliki konsentrasi yang lebih tinggi dibanding musik pop
-    Kelompok musik rock dan musik klasik memiliki mean difference -3,06 dengan p=0,22 (p<0,05). Dengan demikian ada perbedaan konsentrasi yang signifikan antara kelompok musik rock dan klasik. Kelompok musik klasik memiliki konsentrasi yang lebih tinggi dibanding musik rock

Means plot
Means plot menunjukkan grafik mean konsentrasi pada kelompok musik pop, rock, dan klasik. Dari gambar tersebut terlihat bahwa kelompok musik klasik memiliki konsentrasi yang paling tinggi diantara ketiganya.

Dari hasil analisis Anova di atas dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan konsentrasi belajar ditinjau dari jenis musik yang diberikan. Kelompok yang diberikan musik klasik memiliki konsentrasi yang paling tinggi dibandingkan kelompok yang diberik musik pop dan rock.

Data untuk yang digunakan untuk latihan analisis data ini dapat didownload di sini


Pensiunan guru SD yang sudah promosi menjadi dosen Psikologi di Universitas Muhammadiyah Malang

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

3 komentar

Write komentar
April 30, 2019 at 2:33 AM delete This comment has been removed by the author.
avatar
April 30, 2019 at 2:36 AM delete

KAK MAU TANYA, KAN ADA KALIMAT
"Dengan demikian ada perbedaan konsentrasi yang signifikan antara kelompok musik pop dan klasik. Kelompok musik klasik memiliki konsentrasi yang lebih tinggi dibanding musik pop". NAH UNTUK YG KALIMAT KEDUA ITU BAGAIMANA MENCARI TAUNYA (MENENTUKAN) KALAU MUSIK KLASIK MEMILIKI KONSENTRASI LEBIH TINGGI DARI MUSIK POP?

Reply
avatar
August 13, 2019 at 9:07 AM delete

Mau tanya, mohon kesediaanya untuk menjawabnya..
Disebutkan "Dalam contoh kasus ini, nilai Levene statistic 4,64 dengan nilai sig p=0,015 (p<0,05). Dengan demikian asumsi homogenitas tidak terpenuhi. Lalu bagiamana jika asumsi homogenitas tidak terpenuhi? Beberapa ahli menyarankan boleh tetap melakukan Anova asalkan jumlah subjek antar kelompok setara."

Nah maksudnya "asalkan jumlah subjek kelompok setara" itu bagaimana ya?

Reply
avatar

Artikel Lainnya