Skala Versi Pendek untuk Mengukur Kepribadian Big Five dalam Bahasa Indonesia

Sumber gambar: https://www.verywellmind.com

Tren penelitan terkini menunjukkan pertanyaan penelitian yang menjadi lebih kompleks serta melibatkan lebih banyak variabel. Hal ini didukung dengan teknik statistik yang lebih canggih, seperti dengan Model Persamaan Struktural (SEM).
Sisi positifnya, fenomena sosial dapat dijelaskan lebih komprehensif, namun ada juga beberapa konsekuensi yang harus ditanggung. Penelitian akan memakan waktu yang cukup banyak dan biaya yang cukup besar. Selain itu, responden menjadi bosan dan malas untuk melengkapi skala, dan ini justru dapat menimbulkan eror pengukuran. Oleh karena itu penggunaan skala versi pendek sangat penting untuk mengatasi masalah ini.

Faktanya, kebutuhan akan skala versi pendek saat ini semakin meningkat. Meskipun demikian beberapa pihak masih skeptis terhadap penggunaan skala pendek karena skala pendek pada umumnya memiliki properti psikometris yang lebih lemah dibanding skala panjang. Untuk mengantisipasi penggunaan skala versi pendek yang sembarangan, Smith, et al. (2000) menjelaskan tujuh langkah yang harus dilakukan untuk menyusun skala pendek, yakni:
1.    Memastikan bahwa skala induk (skala panjang) memiliki bukti validitas dan reliabilitas yang baik.
2.    Memperjelas tujuan penggunaan skala pendek, apakah untuk screening atau diagnosis individu, sehingga item yang dipilih dapat disesuaikan dengan tujuan.
3.    Menghitung reliabilitas skala pendek yang dibuat.
4.    Menghitung korelasi skala pendek dengan skala induknya.
5.    Menghitung korelasi skala pendek dengan kriteria yang sesuai
6.    Jika memungkinkan, menghitung akurasi klasifikasi subjek apakah sama jika dilakukan dengan skala panjang.
7.    Menghitung efisiensi waktu yang digunakan dan validitas yang harus dikorbankan.

Tulisan ini bertujuan untuk memperkenalkan dua alat ukur kepribadian versi pendek dalam bahasa Indonesia disertai prosedur penyusunan dan properti psikometrisnya.

Ten Item Personality Inventory (TIPI)
TIPI merupakan skala kepribadian big five versi pendek yang mengukur lima dimensi kepribadian Big Five, yakni Extraversion, Agreeableness, Conscientiousness, Emotional staibility, .dan Openness. TIPI asli disusun oleh Gosling et al. (2003) dan kemudian diadaptasi ke bahasa Indonesia oleh Akhtar (2018). Website Gosling dapat dilihat di sini. TIPI memiliki kelebihan dari jumlah itemnya yang sedikit yakni hanya 10 item, dan tiap item hanya terdiri atas dua kata sifat. Responden diminta untuk menilai dirinya dari skala 1-7. Dengan demikian penyajian instrumen ini untuk penelitian memakan waktu lebih singkat.

Penyusunan TIPI Indonesia
TIPI Indonesia diadaptasi dari TIPI asli yang berbahasa Inggris. Proses adaptasi diawali dari penerjemahan dua penerjemah profesional secara independen. Kedua penerjemah kemudian mendiskusikan tejemahan yang disepakati. Terjemahan yang disepakati kemudian diterjemahkan balik ke bahasa Inggris oleh penerjemah profesional, kemudian dilihat apakah makna item sudah setara dengan item aslinya. Skala yang sudah diperiksa kesetaraan maknanya ini kemudian diujicobakan ke subjek responden dalam jumlah kecil untuk dilihat apakah sudah bisa dipahami dengan baik itemnya. Terakhir, skala ini kemudian diujicobakan ke sampel yang lebih besar untuk dievaluasi properti psikometrisnya.

Properti psikometris TIPI Indonesia
Secara umum, TIPI Indonesia memiliki reliabilitas test-retest dan validitas konvergen yang diterima. Koefisien reliabilitas test-retest yang diperoleh adalah 0,85 untuk Extraversion; 0,79 untuk Agreeableness; 0,71 untuk Conscientiousness; 0,74 untuk Emotional Stability; dan 0,75 for Openness. TIPI Indonesia juga memiliki validitas konvergen yang baik ketika dikorelasikan dengan skala big five lainnya dengan item yang lebih panjang, yakni BFI. Korelasi antara TIPI dan BFI adalah sebagai berikut: 0.799 untuk Extraversion, 0.608 untuk Agreeableness, 0.664 untuk Conscientiousness, 0.683 untuk Emotional Stability, dan 0.478 untuk Openness (semua signifikan pada p < .05). Pola korelasi antara TIPI dan BFI dengan beberapa variabel eksternal (Life satisfaction, possitive affect, negative affect, umur) juga menunjukkan pola yang sama.

Meskipin demikian, skala ini masih memiliki beberapa kelemahan. Reliabilitas konsistensi internal TIPI dengan nilai Alpha Cronbach masih menunjukkan nilai yang rendah dengan nilai Alpha berkisar antara 0,30 (Conscientiousness) sampai dengan 0,71 (Extraversion). Analisis faktor dengan metode analisis faktor eksploratori menunjukkan struktur yang tidak sesuai dengan teori. Selain itu hasil analisi faktor konfirmatori juga menunjukkan model awal yang tidak fit (Chi-square/df=249,374/30, GFI = 0.906, RMSEA = 0.121). Gosling sendiri juga memberikan perhatian khusus dengan menekankan bahwa analisis faktor dan metode estimasi reliabiltas dengan Alpha tidak cocok digunakan untuk skala versi pendek.

Kesimpulan
TIPI dapat digunakan untuk pengukuran kepribadian ketika sumber daya waktu, tenaga, dan biaya yang dimiliki peneliti terbatas. TIPI bisa juga digunakan ketika kepribadian menjadi satu variabel yang bukan merupakan fokus utama penelitian, misalkan ketika dalam suatu eksperimen peneliti ingin mengontrol variabel kepribadian.

IPIP-BFM-25 Indonesia
IPIP-BFM-25 merupakan skala kepribadian big five versi pendek yang mengukur lima dimensi kepribadian Big Five, yakni Extraversion, Agreeableness, Conscientiousness, Emotional staibility, .dan Intellect. IPIP-BFM-25 skala open source yang merupakan versi pendek dari IPIP-BFM-50 yang terdapat dalam website IPIP. Bebrapa skala IPIP juga sudah diterjemahkan ke beberapa bahsa dan dapat dilihat di halaman ini. IPIP-BFM asli disusun oleh Goldberg (1992) dan kemudian diadaptasi ke bahasa Indonesia oleh Akhtar (2018). IPIP-BFM-25 memiliki kelebihan dari jumlah itemnya yang sedikit yakni hanya 25 item dan memiliki properti psikometris yang dapat diterima. Responden diminta untuk menilai dirinya dari skala 1-5.

Penyusunan IPIP-BFM-25 Indonesia
IPIP-BFM-25 Indonesia disusun dengan memendekkan skala induk IPIP-BFM-50 yang terdiri atas 50 item. IPIP-BFM-50 diadaptasi dari skala asli yang berbahasa Inggris.
1.    Adaptasi skala induk
Proses adaptasi diawali dari penerjemahan dua penerjemah profesional secara independen. Kedua penerjemah kemudian mendiskusikan tejemahan yang disepakati. Terjemahan yang disepakati kemudian diterjemahkan balik ke bahasa Inggris oleh penerjemah profesional, kemudian dilihat apakah makna item sudah setara dengan item aslinya dengan mendiskusikannya ke pengembang skala. Skala yang sudah diperiksa kesetaraan maknanya ini kemudian diujicobakan ke subjek responden dalam jumlah kecil untuk dilihat apakah sudah bisa dipahami dengan baik itemnya. Terakhir, skala ini kemudian diujicobakan ke sampel yang lebih besar untuk dievaluasi properti psikometrisnya.
2.    Pemilihan item skala pendek
Item dipilih berdasarkan 3 kriteria, yakni indeks validitas isi Aiken’s V, skor diskriminasi, dan nilai reliabilitas Alpha yang ada. Nilai Aiken’s V yang diterima adalah di atas 0,80. Item yang memenuhi kriteria tersebut kemudian dipilih 5 item berdasarkan skor diskriminasinya. Skor diskriminasi merupakan loading factor dukurangi dengan rata-rata cross-loading. Terakhir diuji reliabilitas Alphanya

Properti psikometris TIPI Indonesia
Secara umum, IPIP-BFM-25 Indonesia memiliki reliabilitas alpha, test-retest dan validitas faktorial, dan validitas konvergen yang diterima. Overlap antara skala induk IPIP-BFM-50 dan skala pendek IPIP-BFM-25 cukup tinggi (berkisar antara 0,876 – 0,938), dan ini berarti IPIP-BFM-25 mampu merepresentasikan IPIP-BFM-50.

Reliabiltas skala dapat dilihat pada tabel di bawah ini
Skala
Jumlah item
Korelasi item-total
Alpha Cronbach
SEM
Test-retest 3 minggu (n=119)
Extraversion
5
0,483 – 0,704
0,796
1,52
0,768
Agreeableness
5
0,443 – 0,591
0,778
1,49
0,714
Conscientiousness
5
0,535 – 0,662
0,797
1,42
0,803
Emotional stability
5
0,494 – 0,636
0,788
1,63
0,739
Intellect
5
0,414 – 0,506
0,709
1,51
0,725
Keterangan: SEM = Standard Error of Measurement (Eror Standar Pengukuran)

IPIP-BFM-25 Indonesia juga memiliki validitas konvergen yang baik ketika dikorelasikan dengan skala big five lainnya dengan item yang lebih panjang, yakni BFI. Korelasi antara IPIP-BFM-25 dan BFI adalah sebagai berikut: 0.825 untuk Extraversion, 0.554 untuk Agreeableness, 0.767 untuk Conscientiousness, 0.757 untuk Emotional Stability, dan 0.662 untuk Intellect (semua signifikan pada p < .05). Pola korelasi antara IPIP-BFM-25 dan BFI dengan beberapa variabel eksternal (Life satisfaction, possitive affect, negative affect, umur) juga menunjukkan pola yang sama.

IPIP-BFM-25 Indonesia juga memiliki validitas faktorial yang memuskan ketika dilakukan analisis faktor eksploratori. Semua item memiliki loading factor yang tinggi yaitu di atas 0,4 dan setiap item terhimpun dengan baik sesuai dengan faktor yang diukur.

Kesimpulan
IPIP-BFM-25 memiliki properti psikoetris yang lebih baik jika dibandingkan dengan TIPI, yakni dalam hal reliabilitas Alpha, dan validitas faktorial. Meskipun demikian item yang digunakan juga lebih banyak. IPIP-BFM-25 dapat digunakan untuk pengukuran kepribadian ketika sumber daya waktu, tenaga, dan biaya yang dimiliki peneliti terbatas.

SUMBER
Untuk informasi lebih lanjut tentang teori, proses penyusunan, dan properti psikometris TIPI dan IPIP-BFM-25 dapat langsung merujuk pada dua artikel ini: TIPI, IPIP-BFM-25. Kedua skala ini bebas digunakan untuk kepentingan apapun dengan kewajiban mencantumkan sitasi.

TIPI
Manual singkat TIPI - Download
Akhtar, H. (2018). Translation and validation of the Ten-Item Personality Inventory (TIPI) into Bahasa Indonesia. International Journal of Research Studies in Psychology, 7, 59-69. DOI: 10.5861/ijrsp.2018.3009.

IPIP-BFM-25
Manual singkat IPIP-BFM-25 – Download
Akhtar, H. (2018). Development and Validation of a Short Scale for Measuring Big Five Personality Trait: The IPIP-BFM-25 Indonesia. Journal of Innovation in Psychology, Education and Didactics. 22(2), 167-174

Referensi
Gosling, S. D., Rentfrow, P. J., & Swann, W. B. (2003). A very brief measure of the Big-Five personality domains. Journal of Research in Personality, 37(6), 504–528. https://doi.org/10.1016/S0092-6566(03)00046-1

Goldberg, L. R. (1992). The development of markers for the Big-Five factor structure. Psychological Assessment, 4(1), 26.

Smith, G. T., McCarthy, D. M., & Anderson, K. G. (2000). On the sins of short-form development. Psychological Assessment, 12(1), 102–111. https://doi.org/10.1037//1040-3590.12.1.102









Pensiunan guru SD yang sudah promosi menjadi dosen Psikologi di Universitas Muhammadiyah Malang

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

Artikel Lainnya